Balai Teknik Sabo Kementerian PU Gunakan OMNIBE LiDAR dari BETA-UAS untuk Survei dan Mitigasi Bencana
- BETA-UAS

- 17 Sep 2025
- 3 menit membaca

BETA-UAS mendapat kepercayaan dari Balai Teknik Sabo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, melalui pembelian unit OMNIBE yang dilengkapi dengan sensor LiDAR. Pembelian ini dilakukan melalui PT Oseanland Survei Indonesia sebagai mitra dalam pengadaan dan pemanfaatan teknologi survei berbasis UAV.
Bagi BETA-UAS, kepercayaan ini menjadi langkah penting dalam pemanfaatan teknologi UAV lokal untuk mendukung pekerjaan teknis di sektor sumber daya air, khususnya pada area yang membutuhkan data topografi presisi, pemetaan cepat, dan pemahaman kondisi lapangan yang lebih detail.
OMNIBE merupakan drone fixed-wing VTOL yang dikembangkan oleh BETA-UAS untuk kebutuhan mapping, monitoring, dan inspection. Dengan kemampuan takeoff dan landing secara vertikal, OMNIBE dapat dioperasikan tanpa runway. Sementara konfigurasi fixed-wing memberikan endurance lebih panjang dan cakupan area yang lebih luas dibandingkan multirotor konvensional.
Pada konfigurasi ini, OMNIBE dilengkapi dengan sensor LiDAR sehingga dapat digunakan untuk menghasilkan data elevasi dan model permukaan yang lebih detail, termasuk pada area dengan tutupan vegetasi yang cukup lebat.
Mendukung Survei dan Perencanaan Infrastruktur Pengendali Sedimen
Dalam pekerjaan Balai Teknik Sabo, data topografi yang akurat menjadi dasar penting untuk analisis, perencanaan, dan evaluasi infrastruktur pengendali sedimen.
Dengan integrasi sensor LiDAR, OMNIBE dapat membantu proses survei pada area sungai, daerah aliran sungai, lereng, kawasan rawan sedimentasi, serta wilayah lain yang membutuhkan pemetaan elevasi secara lebih detail.
Data yang dihasilkan dapat mendukung berbagai kebutuhan teknis, mulai dari perencanaan infrastruktur pengendali sedimen, analisis morfologi lahan, pemantauan perubahan kondisi area, hingga penyusunan model permukaan untuk kebutuhan perencanaan lanjutan.
Relevan untuk Pemodelan dan Mitigasi Bencana
Selain untuk kebutuhan survei teknis, OMNIBE LiDAR juga relevan untuk mendukung pemodelan dan mitigasi bencana.
Pada wilayah rawan banjir, longsor, erupsi gunungapi, aliran sedimen, atau perubahan morfologi sungai, data LiDAR dapat memberikan gambaran kondisi permukaan secara lebih detail. Informasi ini dapat menjadi salah satu input penting dalam proses pemodelan bahaya, analisis risiko, perencanaan mitigasi, dan pengambilan keputusan berbasis data.
Bagi instansi teknis, kemampuan untuk memperoleh data lapangan secara cepat dan presisi menjadi semakin penting, terutama pada area yang sulit dijangkau atau membutuhkan respons yang lebih cepat.

Survei Area Bervegetasi Lebat
Salah satu keunggulan utama LiDAR adalah kemampuannya untuk membantu survei pada area yang tertutup vegetasi.
Pada pemetaan berbasis kamera biasa, permukaan tanah sering kali sulit terlihat karena tertutup pohon, semak, atau vegetasi lain. Dengan LiDAR, sebagian titik laser dapat menembus celah vegetasi dan memberikan informasi elevasi tanah yang lebih baik.
Kemampuan ini sangat relevan untuk pemetaan area sungai, hulu DAS, lereng, kawasan perbukitan, serta wilayah dengan tutupan vegetasi tinggi. Dengan platform OMNIBE yang memiliki cakupan luas, proses akuisisi data dapat dilakukan dengan lebih efisien, terutama untuk area yang besar dan sulit dijangkau secara manual.
Teknologi Lokal dengan TKDN 56.79%
OMNIBE merupakan salah satu produk UAV BETA-UAS yang telah memiliki nilai TKDN sebesar 56.79%.
Bagi BETA-UAS, pencapaian TKDN ini bukan sekadar angka administratif. Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk terus membangun kemampuan teknologi UAV di Indonesia, mulai dari desain platform, integrasi sistem, manufaktur, pengujian, hingga dukungan operasional.
Kepercayaan dari Balai Teknik Sabo menjadi bukti bahwa teknologi lokal dapat mengambil peran nyata dalam mendukung kebutuhan teknis pemerintah, terutama pada sektor yang membutuhkan solusi survei, monitoring, dan pemetaan berbasis data.

Kolaborasi dalam Pemanfaatan Teknologi Survei UAV
Pemanfaatan OMNIBE LiDAR oleh Balai Teknik Sabo juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pengembang teknologi lokal, mitra pengadaan, dan institusi teknis pemerintah.
Melalui PT Oseanland Survei Indonesia, unit OMNIBE LiDAR ini dapat mendukung kebutuhan survei modern yang semakin membutuhkan data cepat, detail, dan dapat diolah untuk berbagai analisis teknis.
Bagi BETA-UAS, kolaborasi seperti ini penting untuk memastikan teknologi UAV lokal tidak hanya berhenti sebagai produk, tetapi benar-benar digunakan untuk menjawab kebutuhan pekerjaan lapangan.
Apresiasi
BETA-UAS menyampaikan terima kasih kepada Balai Teknik Sabo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum, atas kepercayaan yang diberikan dalam pemanfaatan teknologi UAV lokal.
Kami juga menyampaikan apresiasi kepada PT Oseanland Survei Indonesia atas perannya dalam proses pengadaan unit OMNIBE LiDAR ini.
Kami berharap OMNIBE LiDAR dapat memberikan manfaat nyata dalam mendukung pekerjaan survei, perencanaan infrastruktur pengendali sedimen, pemodelan dan mitigasi bencana, survei area bervegetasi lebat, serta berbagai kebutuhan teknis lainnya.
Bagi BETA-UAS, setiap kepercayaan seperti ini menjadi dorongan untuk terus mengembangkan teknologi drone Indonesia yang tidak hanya mampu bersaing, tetapi juga benar-benar berguna bagi kebutuhan lapangan.
Tentang OMNIBE
OMNIBE adalah electric fixed-wing VTOL UAV yang dikembangkan oleh BETA-UAS untuk misi mapping, monitoring, dan inspection. Dengan kemampuan integrasi payload yang fleksibel, OMNIBE dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan, termasuk LiDAR mapping, RGB mapping, corridor monitoring, infrastructure inspection, environmental monitoring, dan survei area luas.
Tentang BETA-UAS
BETA-UAS adalah perusahaan unmanned aircraft systems asal Indonesia yang mengembangkan platform drone dan solusi aerial data untuk kebutuhan industri, pertanian, infrastruktur, sumber daya air, energi, pertambangan, dan pemerintahan. Melalui teknologi UAV yang dikembangkan secara lokal, BETA-UAS berkomitmen mendukung operasi lapangan yang lebih efisien, presisi, berbasis data, dan scalable.



Komentar